Jumat, 09 Maret 2012

Error ketika menyimpan data inputan


Pak Mahmudi, 

Saya ada kendala ketika melakukan input data di aplikasi PPN 1111. 
Pada waktu menyimpan data, keluar error: 
 "Failed save_pk: operation must use an updatable query"
Bagaimana solusinya pak, Terima kasih. 

Yeni - PT CC

Solusi :
Ibu Yeni, error tesebut terjadi karena file database-nya read only. sehingga jika ada perubahan di aplikasi tidak bisa menyimpan. Untuk mangatasinya coba ikuti langka2 berikut ini : 
  1. Buka folder data Base (default : C:\Program File\DJP\eSPT PPN 1111\db)
  2. Klik kanan pada file database yang dipakai, pilih properties 
  3. uncheck pilihan "read only"

Demikian Bu Yeni, Silahkan dicoba kembali. 
Apabila masih error, coba ibu pindahkan data basenya agar tidak di dalam program file.  Karena ini biasanya terjadi pada pengguna komputer windows Vista, dimana sistem operasinya sendiri yang memproteksi program file. 

Data Base kosong ketika dibuka

Ada beberapa kasus dimana Wajib Pajak pada waktu  mengkopy data base  dari komputer satu ke komputer lain, misalnya  dari laptop ke PC. Ketika Database panggil di PC, data basenya kosong?  Nah loh…!!!   


Solusi :

Kasus seperti ini biasanya terjadi pada komputer yang menggunakan system operasi Windows Vista atau Windows 7. Kedua system ini memanfaatkan Virtual Store untuk menempatkan program2 yang tidak dikenal oleh system tersebut dengan alasan keamanan.  Jika kita lihat di folder instalan eSPT PPN 1111, di C:\\Program File\DJP\eSPT PPN 1111\db,  folder tersebut memang tetap terlihat, tapi apabila dikopi hasilnya kosong.  
Data sebenarnya tersimpan di  C:\\User\User\AppData\VirtualStore|Program File\DJP. 

Ada dua solusi untuk mengatasi permasalahan ini : 
  1. Mematikan User Account Control    
        Cara ini digunakan agar data tidak masuk ke dalam Virtual Store, akan tetapi cara ini dilakukan sebelum  menginstal aplikasi. 

Caranya sbb :
  • Masuk ke Control panel 
  • Pilih User Account
  • Change User account Control Panel
  • Pilih “Never Notify”
  • Klik OK, dan restart komputer.
 2.       Mengkopi data base langsung ke Virtual Store 

         Apabila user account control terlanjur belum disetting sebelam install, maka cara copy    databasenya adalah langsung ke folder Virtual Store. 

 

Selasa, 06 Maret 2012

Salah Input Lawan Transaksi

Pak, saya lapor SPT Masa PPN bulan Januari 2012, ternyata secara tidak sengaja saya salah input pada nama lawan transaksi,  PT TAEWON INDONESIA  terinput PT TAIWON INDONESIA, padahal SPT telah saya laporkan ke Kantor Pajak.  Bagaimana cara pembetulannya pak, terima kasih. 

Anto – CV. Fnds


Solusi:
Bapak Anto,  untuk mengupdate nama lawan transaksi, silahkan bapak update melalui :
 Menu Tools --> Referensi --> Lawan Transaksi  

Setelah nama lawan transaksi diupdate,
  1. Silahkan bapak buat SPT pembetulannya;
  2. Lakukan update nama lawan transaksi yang dimaksud melalui menu ubah pada menu Input Data Pajak Keluaran;
  3. Posting;
  4. Cetak SPT;
  5. Buat CSV;
  6. Lapor SPT Masa Januari (Pembetulan) ke KPP.
Demikian Pak Anto,  apabila masih ada kendala silahkan hub kami kembali. Terima kasih.

Minggu, 04 Maret 2012

Telah Diinstal Patch Update tapi Versi Tidak Berubah

Met Siang Pak Mahmudi, 

Saya Reni pak dari PT Alf,  saya akan lapor SPT PPN masa Januari 2012, tetapi ketika koneksi Data base, keluar error “ Versi Database yang digunakan tidak sesuai” , saya telpon ke 500200, oleh petugas 500200 saya diminta instal  CrystalReports  yang  terbaru,  katanya bisa didapat di download dari www.pajak.go.id atau  minta kekantor pajak terdekat.  Yang dimaksud CrystalReports apakah update Aplikasinya Pak?

Di www.pajak.go.id saya telah download patch udate terbaru yaitu versi.1. 3, tetapi setelah sy install kenapa masih keluar error “Versi Database yang digunakan tidak sesuai” dan versi dalam Aplikasi tidak berubah?
Mohon solusinya pak, terima kasih sebelumnya. (Database terlampir)

Reni – PT Alf

Solusi :
Met siang juga Ibu Reni,  Sebelumnya saya ucapkan terima kasih telah berkunjung ke Blog saya. Memang betul bu, yang dimaksud CrystalReports adalah update Aplikasi PPN 1111, dimana file tersebut  terdapat dalam patch update  yang  akan mereplace komponen  lama dalam aplikasi digantikan dengan komponen yang baru yang telah disempurnakan oleh programer .

Permasalahan yang ibu hadapi, kenapa versi dalam aplikasi tidak berubah padahal telah dilakukan instal patch update? Jawabannya yaitu terletak pada cara penginstalan.  Penyimpanan intalan patch update atau Distination folder harus sama dengan Aplikasinya . 

Secara default Penyimpanan Installan Aplikasi terletak di C:\Program Files\DJP\eSPT PPN 1111
Sementara Patch Update yang diintall, pada Distination folder  C:\Program Files\DJP\e-SPT PPN 1111 “ada tanda strip pada tulisan eSPT” 



Apabila kita klik instal maka patch update akan terinstal tetapi akan membentuk file tersendiri dan tdk terinskrips pada update sebelumnya, sehingga versinya tidak berubah.  

Supaya versinya berubah, silahkan klik browse dan arahkan Distination folder ke instalan sebelumnya. Atau dengan cara cepat cukup delete tanda “-“ (strip) pada tulisan e-SPT, kemudian klik instal.  




Demikian bu, apabila masih ada kendala silahkan hub kami kembali. 
Terima kasih.

Kompensasi Kelebihan PPN

Mas Mahmud, 

Bulan lalu  SPT PPN saya Lebih Bayar mas, nah bulan ini mau saya kompensasikan. Nilai LB-nya saya input dimana ya mas, terima kasih. 

Hn - Bekasi


Solusi :

Mbak Hn di bekasi, untuk penginputan nilai kompensasi kelebihan PPN pada masa pajak sebelumnya dapat diinput di menu SPT-->Lampiran SPT 1111--> Lampiran AB (Bagian III). 
Penginputannya secara manual. 



Demikian mbak.

Sabtu, 03 Maret 2012

Di Balik Fenomena Facebook


Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.  Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang selebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’  Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang selebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.  Wuiih…mungkin kita bisa berkata, “ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.”

Wuiiih…ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf …’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook…

Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook:
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…?”–kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen-komen nakal bermunculan…
Ada yang menulis “bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi…”, –kemudian komen-komen pelecehan bermunculan
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu…” –lupa kalau si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…, ada yang mau menerima tantangan?’ –langsung berpuluh-puluh komen datang
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih!”
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.
Hal itu, sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya ditutup dan tidak perlu ditampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja di-upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…padahal sebagian besar yang di dalam foto tersebut sudah berjilbab
Ada seorang karyawati meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman-teman prianya bergandengan dengan ceria.
Ada pula seorang pria meng-upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah, yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha, “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.

Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga. Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita, “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter-inqilabiyah, ter-shibghoh, (tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah), hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

Sumber : 
http://hikmah32.wordpress.com/2009/10/19/di-balik-fenomena-facebook/#more-85? 

Merubah Kode KPP


Dear Pak Mahmudi,

Pak, staff saya kemarin lapor SPT Masa PPh Pasal 21 dan SPT Masa PPN  Januari 2012, untuk yang PPh pasal 21 bisa diterima, tetapi untuk SPT Masa PPNnya ditolak oleh petugas TPT, katanya CSVnya tidak sesuai, padahal bulan-bulan sebelumnya staff kami lapor di KPP lama tidak ada masalah. Sebelumnya kami terdaftar di KPP Pratama Bekasi Utara.  Saran dari petugas TPT supaya staff kami ketemu dengan IT-nya, namun  sayang, staff kami tidak bawa DataBase, Bagaimana solusinya pak?
(Data Base Terlampir).
Terima kasih.

Ibu NN - Bekasi (Via email)

Solusi :
Sebelumnya terima kasih Bu, atas pertisipasi dan kontribusinya dalam memenui kewajiban perpajakan, dan kami ucapkan selamat datang dan selamat bergabung di KPP Pratama Cibitung.

Ditolaknya laporan eSPT PPN ibu, dikarenakan file CSV yang dilaporkan tercreate masih kode KPP lama yaitu 407.  Silakankan ibu ubah terlebih dahulu dengan kode KPP Pratama Cibitung yaitu 435 melalui menu Informasi Profile Wajib Pajak. 




Demikian bu, bila masih ada kesulitan silahkan hub kami kembali.
Oh iya bu.., sekedar saran, setiap lapor eSPT, selain file CSV yang dikopi ke flasdisk/CD, sebaiknya DataBasenya diikut sertakan, untuk mengantisipasi kerusakan file CSV atau gagal upload.
Terima kasih.